Mencari Komisioner Penyelenggara Pemilu

PONTIANAK, KOSAKATA - Tugas komisioner Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Barat segera berakhir. Tim Seleksi untuk mencari penggantinya sudah dibentuk. Sebelum 24 Mei 2018, sudah terpilih komisioner yang baru. Apalagi, satu bulan setelahnya akan digelar pemungutan suara untuk pemilukada serentak di Kalbar. Ada enam pemerintah daerah yang menggelar pemilukada, yakni satu provinsi dan lima kabupaten/kota. 

Namun, KPU Kalbar yang dipimpin Umi Rifdiyawati masih memiliki waktu tiga bulan untuk mempersiapkan pilkada. Pada rentang waktu itu, tim seleksi juga bekerja untuk menjaring komisioner baru. Ahmad Rabi’ul Muzammil telah ditunjuk sebagai ketua tim seleksi penjaringan komisioner yang baru. Ia dibantu empat anggotanya, yakni Kristianus Atok, Muhammad Isa,  Jumadi, dan Nurul Wahidah. 

Kelima orang itu bekerja sesuai surat pengumuman dengan nomor :61/PP.06-SD/05/SJ/I/2018, tentang penetapan keanggotaan tim seleksi calon anggota KPU Provinsi periode 2018-2023, ada 16 provinsi,  yang terdiri atas Provinsi Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo. Surat itu diterbitkan KPU RI pada tanggal 18 Januari 2018. Tim seleksi memulai pelaksanaan proses tahapan seleksi penerimaan anggotan KPU provinsi terhitung Februari sampai dengan April 2018.

Muzamil mengatakan pengumuman pendaftaran dimulai pada 7 hingga 9 Februari 2018. Pendaftaran dibuka selama tujuh hari, yang dimulai sejak 12-21 Februari 2018. “Jika pendaftar kurang dari 60 peserta, masa pendaftaran kami perpanjang satu kali,” kata Muzamil.

Setelah itu berlanjut pada tahapan penelitian administrasi sejak 13-26 Februari 2018. Pada tahapan ini, tim seleksi akan mengumumkan peserta yang lolos sebanyak 60 orang. Pada tahapan berikutnya yakni tes tertulis yang menggunakan sistem computer assisted test pada 7 Maret 2018. Ada 25 peserta yang bakal gugur pada tahapan ini. Mereka yang lolos, sebanyak 35 peserta akan mengikuti tes psikologi sejak 8-12 Maret 2018.

Pada tahapan ini akan gugur lima orang pendaftar. Setelah itu ada 30 peserta yang lolos dan melanjutkan pada tahapan pemeriksaan kesehatan dan tes wawancara. Tes kesehatan akan digelar pada 19-23 Maret 2018, kemudian tes wawancara pada 26-27 Maret 2018. Pemeriksaan kesehatan pada rumah sakit yang ditunjuk sesuai keputusan KPU. Tim seleksi juga menunggu klarifikasi masyarakat terkait dengan peserta yang mendaftarkan diri. Tahapan ini akan berlangsung sejak  12 Februari hingga 3 April 2018.

Hingga akhir tahapan, tim seleksi akan menyerahkan 10 nama peserta yang dinyatakan lolosi ke KPU. Tahapan ini berlangsung sejak 29 Maret hingga 3 April. Paling lama setelah lima hari penetapan tim seleksi, nama-nama itu diserahkan ke KPU.

Muzammil mengatakan semua orang berhak mendaftar sepanjang memenuhi persyaratan. Seperti WNI, usia minimal 35 tahun. Kemudian bagi pasangan suami istri, tidak diperkenankan keduanya menduduki KPU atau Bawaslu baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Lalu belum pernah menjabat sebagai anggota KPU Provinsi selama dua kali masa jabatan yang sama. (db)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.