Duta Besar Vatican Kunjungi Pontianak, Bawa Pesan Perdamaian

Foto: KoSaKata
PONTIANAK, KOSAKATA - Duta Besar Tahta Suci Vatican atau Apoctolic Nuncio untuk Republik Indonesia, Uskup Agung Mons. Piero Pioppo, mengunjungi Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (11/3/18) sebagai kunjungan pastoral untuk tiga agenda.


Selain memberkati Gereja Katolik Maria Ratu Pencinta Damai, Nuncio memberkati patung Antonino Ventimiglia yang menjadi nama pelindung The Inter-Diocesan Seminary di kota itu, dan beramah tamah dengan komunitas Katolik.


Di seminari itu, puluhan frater (calon pastor) yang sedang menempuh pendidikan di The “Pastor Bonus” School of Theology, menyambut Nuncio dengan menyanyikan lagu Bapa Kami dalam bahasa Latin, Paster Noster.


Di hadapan para frater, Nuncio bernostalgia bahwa dulunya dia adalah juga seorang seminaris, calon imam yang juga menempuh berbagai jenjang pendidikan dan pengalaman sehingga layak ditahbiskan menjadi pastor dan melakukan tugas “pengembalaan umat”.


“Don’t forget, I was a seminarian many years ago. And now we all must bring the peace message as inherited by Jesus Christ,” pesan Nuncio.


Di bawah guyuran hujan, Nuncio memberkati patung Antonino Ventimiglia yang diapit sepasang figure berbusana Dayak, sebagai symbol lokalitas. Ventimiglia dikenang sebagai seorang pastor asal Italia, misionaris yang tiba di Pulau Kalimantan pada 1688 dan mulai memperkenalkan agama Katolik kepada etik Dayak.


Rector of the Inter-Diocesan Seminary of Antinino Ventimiglia, Fr. Edmund Nantes OP, mengatakan, seminari itu sudah berdiri sejak 20 tahun lalu untuk pendidikan calon pastor dari seluruh region Kalimantan.


“Bermula hanya dengan tiga seminarians, hingga sekarang tercatat di tempat ini sudah dididik 246 frater dan 185 di antaranya telah ditahbiskan menjadi pastor,” kata Edmund.



Uskup Agung Pontianak, Mons. Agustinus Agus, mengatakan, kunjungan Nuncio di kota itu menjadi symbol pemersatu sehingga umat Katolik diharapkan menjadi pembawa damai di tengah pluralism, terlebih menghadapi tensi politik karena pemilihan kepala daerah yang oleh banyak pihak diperkirakan akan menghangat.



Mons. Pioppo mengemban tugas sebagai Duta Besar Vatican untuk Indonesia sejak akhir 2017, menggantikan Nuncio sebelumnya, Mons. Antonio Guido Filipazzi yang sejak 26 April 2017 menjadi Nuntius untuk Nigeria. Mons. Pioppo sendiri sebelumnya menjabat Nuntius  Apostolik untuk Kamerun dan Equatoria Guinea. (Hnz)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.