Caritas Mendorong Pengurangan Risiko Bencana di Tiga Keuskupan Kalimantan Barat

Oleh: Hilarinus Tampajara

PONTIANAK, KOSAKATA - Program Peningkatan Resiliensi Masyarakat Lokal dalam Pengurangan Risiko Bencana telah berjalan kurang lebih enam bulan (Juli-Desember 2019) yang dilaksanakan oleh Caritas Keuskupan Agung Pontianak, Caritas Keuskupan Sintang dan Caritas Keuskupan Ketapang bermitra dengan Caritas Australia dan Caritas Indonesia/KARINA.

Selama tiga hari (28-30/01/2020) tiga Caritas Keuskupan di Kalimantan Barat mengikuti pertemuan Monitoring dan Evaluasi yang dilaksanakan di Gedung Komisi PSE Keuskupan Agung Pontianak, Jl. WR. Supratman No. 100, Pontianak Selatan.

Dalam kata sambutannya Donatus Doni, staff Program Accompaiment Diocese Caritas Indonesia/KARINA KWI mengajak peserta pertemuan yang pada umumnya staff caritas keuskupan masing-masing untuk saling berbagi pengalaman pelaksanaan program di masing-masing komunitas dampingan.

“Pada kesempatan ini  kita mau berbagi bersama selama kurang lebih setengah tahun pelaksanaan program resiliensi di masing-masing keuskupan untuk lebih baik lagi dalam perencanaan program di tahun 2020 ini,” ujar Mas Doni demikian panggilan akrabnya.

Pertemuan yang  dihadiri oleh Ibu Margareta Sagala Staff Caritas Australia, Donatus Leo Depa Day, dan Ibu Ursula Stefani dari Caritas Indonesia, juga dalam rangka pendampingan perencanaan program yang lebih efektif dan efisien serta berdampak postif bagi komunitas dampingan di tahun 2020.

Hari pertama dalam pertemuan ini, para peserta pertemuan saling berbagi pengalaman dalam pelaksaan kegiatan program di komunitas masing-masing keuskupan. 

Pada hari kedua pertemuan bersama tiga keuskupan melihat kembali  document perencanaan program kegiatan berdasarkan kebutuhan komunitas dampingan.

“Dalam perencanaan kegiatan pada tahun 2020 ini, kita juga perlu memperhatikan budget yang tersedia  bagi setiap keuskupan,” ujar Donatus.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ibu Margarreta Sagala selaku staff Caritas Australia. 

“Caritas Australia berkomintmen untuk bermitra dengan Caritas KA.Pontianak, Caritas Sintang dan Caritas Ketapang untuk program bersama ini, kami berharap perencanaan kegiatan program yang kita buat  lebih realistis untuk dilaksanakan,” ungkap Reta, sosok yang mudah tertawa.

Pak Depa sendiri lebih mencermati dari aspek konteks lokal masing-masing Caritas dalam mempertimbangkan sumberdaya atau potensi yang dimiliki Caritas keuskupan dan komunitas dampingan.

“Kami bersyukur bahwa selama ini Caritas Australia dan KARINA-KWI mendukung sepenuhnya  kegiatan program di tiga caritas di Kalimantan Barat ini, semoga dengan program ini berdampak postif bagi kami dan masyarakat yang kami dampingi,”tutur Teresa Rante Mecer selaku Program Manajer Caritas KA.Pontianak.

Dalam kesempatan ini juga Caritas Australia juga mendorong dalam program ini memiliki aspek Perlindungan Anak. 

“Caritas Australia selama ini ingin memastikan setiap mitra kerja Caritas Australia memiliki komitmen terhadap perlindungan anak, karena anak-anak adalah kelompok masyarakat yang rentan menjadi korban pelecehan sex, ketidakadilan dstnya,” ungkap Reta tegas.

Caritas dalam program pengurangan resiko bencana di tiga keuskupan-Kalimantan Barat lebih menekankan pada beberapa hal yang masuk dalam kegiatan program, antara lain; membangun dialog kebijakan dengan para pengambil kebijakan (pemerintah dan berbagai pihak), memberdayakan potensi lokal agar masyarakat memiliki pendapatan alternative, dan seluruh element masyarakat menjalankan rencana pengurangan resiko bencana. (*)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.