Mengikuti Misa Melalui Streaming, Antisipasi Wabah Corona

KOSAKATA, PONTIANAK - Pertama kali dalam hidupnya, sebagian umat Katolik di Pontianak, Kalimantan Barat, mengikuti Misa Kudus melalui streaming di internet, Minggu (22/3/20). Hal yang tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di berbagai belahan dunia, terkait respon kedaruratan atas wabah virus corona baru (Covid-19).

Bersiap mengikuti streaming Misa Kudus secara layak, dihadapan layar TV yang terhubung dengan internet dan Salib serta lilin menyala di meja. Foto: HEP
Penyelenggaraan Misa Kudus melalui streaming--yang sering disebut Misa Online--sebagai bentuk social distancing; menghindari kegiatan kerohanian bersifat masal agar tidak berada dalam kerumunan. Sebab penjelasan medis menyatakan, kerumunan menjadi satu di antara bentuk penyebaran Covid-19 yang cukup masif.

Di Kota Pontianak, yang termasuk dalam wilayah gerejawi Keuskupan Agung Pontianak, paroki yang menyelenggarakan streaming Misa Kudus melalui channel youtube di antaranya Paroki Gembala Baik.

Misa Kudus dilaksanakan mulai pukul 08.00, dan berlangsung sekitar satu jam. Pastor Paroki Gembala Baik, Pastor Leonard Nodjo, OFM Cap tampak memimpin misa bersama Pastor Amandus Ambot, OFM Cap.

Hanya segelintir orang tampak dalam layar mengikuti misa itu, diantaranya dua misdinar, dan kurang dari 10 umat. Misa menggunakan rumusan singkat, hanya ada lagu pembukaan, lagu persembahan, dan lagu penutup.

Sementara ordinarium yang biasanya dinyanyikan, cukup didaraskan. Liturgi ekaristi tetap dilaksanakan utuh, dan segelintir umat yang hadir menerima komuni.

Kepada KoSaKata, Pater Leonard Nodjo, OFM mengungkapkan perasaannya:

"Sedih rasanya misa tanpa dihadiri oleh umat. Kalian semua semoga sehat dan bahagia selalu. Tuhan memberkati keluarga," kata Pater Leo melalui pesan singkat.

Sebuah keluarga di Pontianak sedang mengikuti Misa Kudus melalui streaming. Foto: HEP








Untuk umat yang mengikuti streaming yang tidak bisa menerima komuni kudus, bisa melakukan komuni spiritual atau komuni batin melalui doa. Intinya, menyadari kehadiran Kristus dalam dirinya.

Hal yang harus diperhatikan dalam mengikuti Misa Kudus melalui streaming, di antaranya berpakaian yang layak, mengikuti dengan khusuk selayaknya berdoa (tidak seperti menonton acara yang bisa disambil melakukan kegiatan lain). Persiapkan lilin menyala dan Salib di atas meja, sehingga suasana doa benar-benar bisa dihadirkan.

Keuskupan Agung Pontianak sebelumnya telah menerbitkan surat tertanggal 20 Maret 2020, yang efektif berlaku rentang 23 Maret hingga 4 April 2020. Di antara isinya, menunda kegiatan rohani yang bersifat masal, seperti Misa Kudus, segala pertemuan, dan kegiatan kategorial.

Pemerintah Kalimantan Barat telah memberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona pada 18 Maret, menyusul naiknya jumlah pasien positif Covid-19 menjadi dua orang. Sementara pada hari itu jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 284 orang.

Pada 21 Maret, seorang PDP perempuan berusia 69 tahun, meninggal dunia dalam proses karantina di rumah sakit. Dan hari itu juga, jumlah PDP di provinsi itu meningkat menjadi 15 dan ODP menjadi 881 orang.

Di tingkat nasional pada 21 Maret, jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 450 orang, meninggal dunia 38 orang, dan sembuh 20 orang. (HEP)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.