Wartawan di Pontianak Dapat Tiket Gratis Jakarta – Vatican

KOSAKATA, PONTIANAK – Wartawan Ruai Televisi (Ruai TV) Pontianak, Kalimantan Barat, Yuventius Ivie, menerima grand prize berupa tiket pulang pergi Jakarta-Vatican. Hadiah itu diterima saat acara buka tahun secara virtual yang digelar Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), Sabtu (23/1/2021).

 

Ekspresi Yuventius Ivie saat dinyatakan 
sebagai penerima grand prize
tiket Jakarta-Vatican. Capture: HEP
Panitia menyediakan dua grand prize berupa tiket pulang-pergi Jakarta-Vatican untuk dua wartawan Katolik yang beruntung, selain sejumlah hadiah hiburan. Mekanisme pengundian dengan mengacak secara manual nomor telepon peserta.

 

Selain Ivie, penerima grand prize lainnya adalah Maryo Sarong, wartawan Kompas TV di Jakarta. Beberapa tahun sebelumnya, PWKI juga pernah memberikan grand prize sejenis untuk dua peserta.  

 

“Mengunjungi Kota Suci Vatican menjadi impian sejak lama. Sempat bersama istri, mendaftar paket tour ke sana, tapi tertunda karena pandemic. Dan sekarang, lewat PWKI, Tuhan menjawab keinginan saya. Puji Tuhan,” ucap Ivie kepada KOSAKATA.

 

Pemimpin redaksi RUAI TV ini menuturkan, selama ini hanya bisa menyaksikan Vatican melalui layar televisi. Hal yang sangat mengesankannya dan semakin membuat ingin ke sana, ketika menyaksikan Sri Paus memberikan berkat Urbi et Orbi (untuk kota dan dunia) dari ketinggian balkon Basilika Santo Petrus.

 

“Kerinduan untuk merasakan suasana halaman Basilika Santo Petrus tak pernah pupus. Di Vatican, pemimpin tertinggi kita tinggal. Sehingga layaklah Vatican jadi Kota Suci bagi pemeluk Katolik Roma,” kata Ivie.

 

Acara buka tahun bersama sudah menjadi tradisi tahunan PWKI dan tahun ini merupakan yang ke -16 dengan tema “Mempererat Ikatan NKRI dalam Pamdemi”. Kondisi dunia yang sedang dilanda pandemi menyebabkan acara tidak bisa digelar tatap muka seperti biasa, tetapi secara virtual dengan aplikasi zoom.

 

Istimewanya, misa syukur dipersembahkan oleh tiga pastor asal Indonesia yang saat ini sedang bertugas di Roma. Sebagai konsebrans utama adalah Pastor Markus Solo Kewuta SVD, yang bekerja sebagai Staf Dewan Kepausan Untuk Hubungan AntarUmat Beragama di Tahta Suci, Vatikan, Roma.

 

Padre Marco—sapaan akrabnya—didampingi dua konselebrans: Pastor Agustinus Purnomo MSF (Superior General Kongregasi MSF) dan Pastor Paulus Laurentius Pitoy MSC (Assistant Superior General Kongregasi MSC).


Baca juga: Pesan dariRoma untuk Wartawan Indonesia


Sekitar 250 wartawan Katolik yang tersebar di seluruh Indonesia, mengikuti misa virtual ini. Duta Besar RI untuk Tahta Suci Vatican, Laurentius Amrih Jinangkung, juga menghadiri langsung di tempat ketiga pastor memimpin misa. Saat acara ramah tamah, Dubes Amrih berkesempatan menyapa dan memotivasi para wartawan untuk tetap menabur energy positif di tengah pandemic.

 

Baca juga: Dubes RI untukVatican: Wartawan Harus Sebarkan Energi Positif

 


Pendiri dan Penasehat PWKI, AM Putut Prabantoro, menuturkan, dunia sudah berubah dan para wartawan juga berganti eranya. Dalam konteks ini, wartawan dari generasi muda akan memulai memainkan peranannya dengan paradigma dan mindset yang baru. 

 

“Kewajiban para wartawan tetaplah sama yakni mengawal Indonesia agar tetap satu dan tak terbagi-bagi,” kata Putut.

 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bukan tahun PWKI menganugerahkan penghargaan kepada sejumlah figure. Tahun ini, anugerah “Terima Kasihku Kepadamu” diberikan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Pol Firli Bahuri, Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wanita inspiratif Anne Avantie, yang berprofesi sebagai perancang busana. Figur-figur ini hadir secara virtual dalam acara tersebut. (Hanz E. Pramana)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.