VIDEO: Uskup Agus Terima Vaksin Covid 19


Samuel, Komsos Keuskupan Agung Pontianak


Pada Kamis, 11 Februari 2021, bertempat di Pemerintah Kota Pontianak, Dinas Kesehatan UPK Puskesmas Alianyang, Jl. Pangeran Natakusuma, Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus telah menerima Vaksin Covid19 ditemani oleh Antonius Suprayogi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. 


“Sejauh yang saya baca jika sehat maka tidak masalah kalau divaksin,” kata Mgr. Agustinus Agus Usai menerima suntikan vaksin covid19. 


Sebagai orang yang dipercaya untuk mendampingi Mgr. Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak, dalam penerimaan vaksin covid 19. Antonius Suprayogi mengungkapkan apresiasi kepada Mgr. Agustinus Agus atas teladannya dan kampanye tidak takut Vaksin Covid-19 pada khalayak ramai, dan terlebih secara khusus kepada semua umat katolik. 


Karena sudah lansia (umur 71 tahun), mau memberikan contoh bahwa vaksin itu aman. 


“Jadi begini, seorang Monsinyur aja yang sudah lansia, mau untuk divaksin karena untuk perlindungan. Jadi para pastor, bruder dan umat lain-lain tidak usah takut untuk suntik vaksin covid-19. Diharapkan semua umat katolik pada umumnya tidak usah takut lagi,” kata Antonius. 


Ia juga mengungkapkan bahwa prinsipnya vaksin tersebut tujuannya untuk membentuk kekebalan sehingga banyak orang dan umat akan terlindungi. 


Dalam kesempatan itu pula, Antonius Suprayogi mengatakan bahwa memang Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus juga mau menerima vaksin karena ada alasan tertentu. 


“Beliau memang mau di vaksin, disamping itu isu nya beliau akan mendampingi mentri agama untuk menemui Paus, otomatis kalau mau keluar negeri harus ada bukti sudah di vaksinasi di zaman pandemi ini. Jadi saya ditugaskan untuk mendampingi beliau untuk divaksinasi dan saya lihat memang beliau menyampaikan bahwa beliau kondisinya sehat jadi kalau sudah sehat kan saya tenang, begitu,” ujarnya. 


Antonius juga mengatakan setelah divaksin, maksimal jeda waktu untuk vaksinasi ke dua adalah 28 hari, supaya nanti kekebalan imunitasnya akan maksimal. 


Ia berharap jika seorang Monsinyur aja siap dan mau divaksin, maka umat yang lain jangan takut untuk divaksin juga.


“Kalau yang namanya divaksin, bukan hanya melindungi diri sendiri saja, tetapi juga untuk melindungi orang lain. Itulah sistem kekebalan komunitas, jadi umat sekalian tidak usah takut dan ragu lagi untuk divaksinasi. Karena dengan adanya ini, anda menyelamatkan populasi dan banyak orang. Karena pemerintah sudah menyediakan anggaran yang sangat besar, dan ini vaksin rebutan lho didunia ini. Maka jika Indonesia ada, harus lah diterima dan jangan ditolak, terima kasih,” pungkasnya. 


Dalam kesempatan itu, dr. Puspitasari juga mengatakan bahwa setelah disuntik maka pasien akan diminta untuk menunggu selama 30 menit. Tujuan nya untuk melihat ada tidaknya Kejadian ikutan pasca imuninasi. 


“Untuk melihat adanya gejala ikutan yang muncul pasca imunisasi dan mereka selama 30 menit dilarang untuk pulang dulu. Maka setelah 30 menit, dan tidak ada keluhan maka pasien diizinkan untuk pulang,” katanya.  


Di sela waktu 30 menit sembari menunggu waktu, Mgr. Agustinus Agus menceritakan bahwa selama ini beliau sehat-sehat saja. Bahkan hasil chek-up setiap tahun di Singapura dibawa sebagai tanda bukti bahwa beliau memang sehat. 


Sejauh yang beliau ketahui, bahwa orang yang divaksin harus menyadari bahwa ia sehat baik hasil test maupun secara kesehatan tubuh, maka boleh menerima vaksin. Meskipun umur Mgr. Agustinus Agus sudah 71 tahun yang dimana dikategorikan lansia, beliau mau mengatakan kepada para imam, biarawan dan semua umat bahwa vaksinasi ini aman sejalan dengan dukungan gereja untuk pemerintah. (*)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.