Calon Petani Millenial dari Sijangkung


“Selain belajar dunia pertanian, kami juga belajar bagaimana hidup mandiri dan kerja keras sebagai seorang petani,” kata Adel.

Adel masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Kejuruan – Pertanian Pembangunan (SMK – SPP) Negeri Kalimantan Barat. Bersama 16 siswa lainnya, Adel magang selama tiga bulan di Pendidikan dan Latihan (Diklat) Dharma Bakti, Nyarumkop. Mereka mulai magang sejak Agustus hingga November 2021.

Guru SMK-SPP Kalbar, Erlina Puspitasari berterima kasih atas kerja sama yang dijalin pihak sekolah dengan Diklat Pertanian Nyarumkop. Hal itu Erlina ungkapkan saat masa magang berakhir pada Kamis, 4 November 2021.

“Kami berterima kasih atas kerja sama ini. Baru kali ini, sekolah pertanian bekerjasama untuk magang siswanya di Diklat Nyarumkop ini,” kata Erlina.

Dalam program praktik lapangan yang dilakukan oleh siswa SPP tersebut lebih pada menerapkan teori-teori yang diperoleh di sekolah. Adapun siswa yang ikut magang ini, mengambil jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Dalam magang praktik lapangan ini, peserta tidak hanya bisa menerapkan ilmu pertanian, namun belajar menejemen pertanian dan kemandirian hidup seorang petani, yang profesional.

Menurut Erlina, ada dua kategori penilaian siswa magang. Pertama, berkaitan dengan praktik pertanian sesuai teori yang diperoleh di sekolah. Kedua, menilai kepribadian siswa selama berada di lokasi magang.

“Kami berharap anak-anak ini mendapat nilai yang bagus dari pengelola tempat magang,” kata Erlina yang sudah 17 tahun mendampingi anak didiknya magang.

Penanggungjawab Diklat Dharma Bakti Nyarumkop, Ferdinand Martin memaparkan, kegiatan-kegiatan siswa magang selama kurang lebih tiga bulan di bawah pendampingan Diklat Pertanian Nyarumkop.

“Kami berharap praktik lapangan ini bermanfaat selesai dari sini (Diklat). Membuka lahan, mengolah lahan, mendesain lahan, dan perawatan serta analisa usaha bisa menjadi pedoman dalam usaha produksi pertanian,” ungkap Martin.

Hal senada juga diungkapkan Staf pendamping lapangan Diklat Pertanian Nyarumkop, Miharso Handoko. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih atas keterlibatan siswa magang yang selama ini bersedia didampingi.didampingi.

“Menjadi petani itu memang sulit, tetapi jika kita berani berkeringat dan kerja keras pasti membuahkan hasil yang baik dan sukses,” ujar pria yang akrab dipanggil Pangeran tersebut.

Selama masa magang, siswa SPPN Kalbar yang terletak di Sijangkung-Singkawang ini, dalam praktik lapangan lebih fokus pada budidaya tanaman jagung dan sayur mayur. Hal ini dapat dilihat dibeberapa lahan tempat praktik lapangan terlihat gundukan bedengan yang ditumbuhi bayam, kacang panjang,  dan sawi.

“Kami berharap teman-teman muda ini akan menjadi petani milenial yang profesinya sebagai petani yang sukses,“ pungkas Miharso. [Hila]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.