Kaum Religius Peduli dan Terlibat untuk Banjir Sintang


“Pak, kami bisa ambil bantuan paket sembakokah, karena ada tetangga saya bilang bantuan bisa diambil di sini?” tanya seorang Ibu pada kami yang baru saja tiba di Posko Banjir Para Suster SMFA Sintang.

Banjir yang melanda Sintang sudah tiga pekan tidak menunjukkan tanda-tana akan surut. Pada Minggu, 14 November 2021, langit mulai mendung dan rintik rintik. Kami baru saja turun dari speedboat yang mengantar menyeberangi Sungai Melawi dan Sungai Kapuas menuju pasar Sungai Durian Sintang. Air Sungai Kapuas dan Sungai Melawi masih merendam ruko dan rumah-rumah dengan ketinggian hingga dua meter.

Komplek rumah dan sekolah para suster SMFA yang terletak tidak jauh dari pasar Sungai Durian tidak terendam banjir. Pada siang itu, di Kantor Yayasan Perutusan Untuk Rakyat, para suster melakukan packing paket sembako yang akan segera didistribusikan.

Koordinator Posko Banjir SFMA di Pontianak, Sr. Muthia, SMFA yang ikut ke Sintang menuturkan, sejak awal posko di Pontianak dibuka pada 5 November 2021.

“Kami telah mendistribusikan bantuan yang terkumpul dari umat dan mereka yang berkehendak baik. Posko Para Suster telah menyalurkan sejumlah 700 paket sembako yang terdiri atas beras, minyak goreng, gula, teh, kopi, mie instan, telur, sarden, dan biskuit. Bahan pangan itu telah disalurkan ke RT-RT sekitar komplek biara suster,” kata Sr Muthia.

Selain itu, bantuan dari kebaikan para dunator tersebut telah disalurkan ke warga dan umat di Paroki Nanga Ella, Paroki Tugu, Paroki Sepauk, dan Paroki Tanjung Baung.

“Awalnya memang kami belum terpikir untuk membuka posko bantuan, hanya karena para suster di Sintang selalu menginformasikan kondisi banjir yang menimpa komplek biara dan rumah warga sekitar, maka Sr. Kristina, SMFA sebagai pimpinan meminta kami untuk mengorganisir Posko Bantuan di Biara Suster SMFA di Pontianak,” kata Suster Muthia.

Untuk mengorganisir Posko Bantuan Banjir di Pontianak diserahkan pada Sr. Kresentia, SMFA dan Sr. Muthia, SMFA. Untuk Posko Suster SMFA di Sintang dikoordinir Sr. Maria SMFA. Namun dalam hal memberi bantuan pada umat yang terdampak banjir, Posko Suster SMFA saling berkoordinasi dengan Posko Banjir Caritas PSE Keuskupan Sintang, paroki-paroki, Pemadam Kebakaran Busera serta pemerintah setempat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami bekerja bersama dengan mereka yang berkehendak baik, yang membantu dengan tulus iklas untuk warga terdampak banjir yang terjadi sejak 3 Novembe,” ujar Sr. Kresentia, SMFA.

Begitu juga di Posko Banjir PSE-Caritas Keuskupan Sintang. Saat bantuan logistik tiba di posko, para siswa Seminari Menengah St. Maria Vianey, Keuskupan Sintang terlibat dalam aktivitas packing sembako yang dimasukkan dalam kantong-kantong plastik untuk segera disalurkan pada warga terdampak.

Koordinator Tim Posko Banjir Keuskupan Sintang, Yohanes Kredo menuturkan, selama mulai dibukanya posko telah menyalurkan bantuan-bantuan ke paroki-paroki yang terdampak banjir, baik umat katolik maupun warga masyarakat.

“Bahwa sejak dibukanya posko banjir Keuskupan Sintang telah menyalurkan 1.760 paket ke berbagai wilayah terdampak. Untuk bantuan dari Keuskupan Agung Pontianak sebanyak 1.200 paket yang tiba malam tadi (13/11/2021) akan  disalurkan kembali ke berbagai wilayah paroki di Keuskupan Sintang,” kata Kredo.

Memang tidak mudah untuk melakukan kegiatan terkait penanganan banjir yang terjadi. Hal ini membutuhkan tenaga yang terampil dalam hal mengorganisir, menangani administrasi bantuan dalam kondisi yang serba mendesak. Namun demikian tidak meyurutkan rasa peduli untk terlibat melayani mereka yang berkesusahan akibat banjir merupakan sebuah bentuk gerakan kemanusiaan. Meskipun kendala-kendala yagn dihadapi di lapangan tidak mudah karena semua orang merasa perlu dibantu.

Uskup Sintang, Mgr Samuel Oton Sidin, OFMCap menyambut baik bantuan logistik dari umat Keuskupan Agung Pontianak. Uskup meminta PSE-Caritas Keuskupan Sintang segera menyalurkan bantuan yang sudah ada ke berbagai daerah terdampak banjir.

“Saya berharap bantuan yang ada disalurkan dengan sebaik-baiknya bagi mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan bantuan,” ujar Uskup Samuel.

Koordinator Umum Posko Bencana Banjir Keuskupan Agung Pontianak, Br. Kris Tampajara, MTB mengatakan, bantuan ini tidak terlepas dari upaya kerja sama dalam melakukan kerja-kerja kemanusiaan. “Sedapat mungkin kita melibatkan banyak orang untuk saling membantu,” katanya.

Dalam hal penyaluran bantuan tahap pertama ke Keuskupan Sintang, Posko Banjir PSE-Caritas Keuskupan Agung Pontianak melibatkan, TNI AD dan Sekolah Pertukangan dalam hal mobilisasi bantuan.

“Dalam hal kedaruratan, kita mesti bergandengan tangan dan bekerjasama dengan berbagai pihak yang berkehendak baik, kita bukan mencari nama atau mengibarkan bendera sendiri-sendiri, tetapi saling berkoordinasi dan berkomunikasi, baik dengan lembaga pemerintah maupun lembaga swasta/organisasi agar pekerjaan kemanusiaan ini menjadi semakin ringan” kata Bruder Kris.

Selama tiga pekan lebih dan dengan kondisi banjir yang belum menunjukkan kondisi air surut, sudah semestinya menjadi keprihatinan dan kepedulian seluruh element masyarakat, baik pemerintah dan pihak swasta.

Dalam beberapa  waktu ke depan warga terdampak banjir di Sintang dan Melawi sangat membutuhkan uluran bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, kebutuhan kaum perempuan dan anak-anak dan obat-obatan ringan. (Hila)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.