Peduli Korban Banjir, Keuskupan Agung Pontianak Buka Posko Bantuan

Sore menjelang magrib, Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus  Agus  tiba di gedung Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi- Caritas Keuskupan Agung Pontianak (PSE-Caritas KAP) di Jl. WR. Supratman, Pontianak.

“Di mana gudang penyimpanan sementara bahan-bahan logistik?” tanya Uskup Agus pada seorang relawan Caritas.

Uskup Agus datang didampingi administrator Pastoral Paroki Maria ratu Pencipta Damai (MRPD) Pontianak, Pastor Saut Maruli Tua, Pr.

Seorang relawan Posko PSE-Caritas Keuskupan Agung Pontianak kemudian menunjukkan sebuah ruangan berukuran 10x6 meter sebagai tempat menampung bantuan. Ruangan yang baru saja disiapkan pagi hari tersebut, sudah berisi bantuan berupa beras dan mie instan. Bantuan  tersebut berasal dari Keuskupan Agung Pontianak dan sejumlah umat paroki serta para dermawan berupa 5.920 kg beras dan 700 kotak mie instan.

Penggalangan bantuan berupa logistik dan dana dari umat merupakan wujud dari rasa peduli dan terlibat sebagai umat beriman pada warga masyarakat yang kesusahan akibat dari dampak banjir di Keuskupan Sintang dan Keuskupan Sanggau.

“Usaha-usaha kepedulian ini  diharapkan dapat menggerakkan kita semua, terutama umat Katolik di Keuskupan  Agung Pontianak,” kata Uskup Agus.

Pada Selasa 9 November 2021, Uskup Agus meminta Komisi PSE-Caritas Keuskupan Agung Pontianak untuk mengambil langkah-langkah dalam merespon banjir yang menimpa umat sejak awal November 2021.

Dalam rilis Jaringan Caritas Indonesia terkait banjir yang melanda beberapa daerah di wilayah Keuskupan Sintang dan Keuskupan Sanggau memaparkan, kondisi banjir masih belum surut sampai saat ini. Adapun warga masyarakat terdampak banjir di Wilayah Keuskupan Sintang yang meliputi Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Kapuas Hulu ini, sekitar 12 kecamatan di Kabupaten Sintang dan 12 kecamatan di Kabupaten Melawi.

Sedangkan warga terdampak di Kabupaten Sintang berjumlah 35.117 KK/140.468 jiwa. Kemudian warga masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Melawi berjumlah 1.945 KK dan 656 mengungsi.

Sama hal nya yang terjadi di wilayah Keuskupan Sanggau yang terdiri dari Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau masih terus berusaha melakukan respon darurat banjir. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau jumlah warga terdampak banjir berjumlah 2.541 KK/8.430 jiwa, dan sejumlah 571 KK/1.879 Jiwa mengungsi.

Ketinggian air di beberapa daerah di Kabupaten Sekadau kurang lebih 2-2,5 meter dari permukaan tanah. Hal serupa juga dialami oleh Kabupaten Sanggau, selama Oktober 2021, warga yang terdampak banjir berjumlah 23.172 jiwa dan rumah yang terendam berjumlah 6.960 rumah.

Dengan kondisi seperti ini, warga mesti bahu membahu untuk membantu korban banjir. Adapun bantuan-bantuan yang dibutuhkan mendesak dalam masa respon darurat banjir ini lebih pada bahan pokok makanan. Hal ini disebabkan pasar dan pusat-pusat perekonomian lumpuh akibat genangan air yang belum surut, terutama di Sintang dan jalur lintas Melawi.

“Kita akan bekerjasama dengan TNI AD dan TNI AL dalam hal mobilisasi pendistribusian bantuannya nanti, kita harus bekerjasama dengan berbagai pihak, terlebih pihak pemerintah,” kata Uskup Agus.

Ketua Komisi PSE-Caritas Keuskupan Agung Pontianak, Bruder Kris Tampajara, MTB mengungkapkan bahwa Komisi PSE-Caritas akan berusaha bersama umat untuk mewujudkan kepedulian itu dalam aksi nyata membantu umat yang berkesusahan. 

Ia juga menyatakan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian pimpinan gereja Keuskupan Agung Pontianak mengajak umat katolik di wilayah Keuskupan Agung Pontianak untuk mengulurkan bantuan logistic berupa beras dan mie instan dan dana sebagai wujud solidaritas dan buah dari iman yang hidup.

“Terima kasih kepada bapak Uskup Agung Pontianak, seluruh umat katolik, para pastor, suster, bruder dan siapa saja yang telah membantu masyarakat terdampak banjir dengan berbagai cara. Rasa peduli dan melayani dari seluruh umat merupakan kekuatan iman dan tanda sinergisitas semua pihak,” ujar Br. Kris.[hila]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.