Dentang Lonceng Angelus, Sebuah Antologi Cerita Pendek

Foto: Ilustrasi/Kosakata

Pukul 06.00. Teng, teng, teng! Lonceng Angelus berdentang dari smartphone. Lelaki itu menyalakan lilin. Lalu bersimpuh. Lelaki itu membuka suara dengan nada tenor. Samar berpadu suara desau angin. 

Nukilan dari Dentang Lonceng Angelus, salah satu cerita pendek dalam buku ini. Ada delapan penulis dengan 14 cerita. Khairul Fuad, seorang peneliti sastra, memberi catatan pada prolog menulis, "Rasa cinta itu terbersit dalam secarik-carik, bercarik kertas kerja cerpen yang tersajikan dalam antologi itu."  

Kemudian, Br. Kris Tampajara MTB, seorang biarawan Katolik menulis dalam epilog, "Amor non amatur yang hendak mengungkapkan ketidakberdayaan manusia di hadapan sang Cinta." 

Demikianlah cerita yang tersaji dalam buku ini. 
Lewat cerita pendeh ini, kami ingin membuat jalan sunyi literasi menjadi riuh. Karena itu, mari bantu kami bercerita agar riuh mengepung jalan sunyi literasi. 

Caranya? Beli buku ini. Semua hasil penjualan dari buku ini, akan kami pakai untuk meriuhkan jalan sunyi literasi. Kami akan melatih dan mendampingi kaum muda yang punya minat dalam dunia tulis menulis.[bd]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.