Pastor de Vries Mulai Bangun Gereja Kayu di Singkawang

Agustus 01, 2022
Last Updated

[Foto: Borneo Almanak & Sumbangan Gereja Kalimantan]


PADA saat turne, 7 Mei sampai 12 Juli 1874, Pastor De Vries SJ mengunjungi Pontianak, Sintang, Bengkayang, Sambas, Pemangkat, Singkawang, dan Monterado. Pastor Vries berjumpa dengan 30 umat Katolik berkebangsaan Eropa.

 

Di Singkawang, terdapat 51 umat Katolik, yang akan dibaptis di Singkawang, di Bangka atau Malaka. Di Pontianak ada enam orang Tionghoa. Sementara di Monterado juga enam orang Tionghoa. Dari seluruh kota tersebut tercatat 93 orang yang sudah Katolik. Pastor Vries kemudian mengangkat seorang katekis di Pontianak, Singkawang, dan Monterado.

 

“Supaya kelompok kecil umat Katolik itu menerima pelayanan iman dengan baik,” kata Pastor Vries dalam catatan yang diterjemahkan Pastor Yeremias Yeri OFMCap.

 

Pada 1874, Pastor Vries mulai membangun sebuah gedung gereja dari kayu di Singkawang. Gereja itu selesai dibangun pada tahun 1875. Pastor Vries kemudian memperluas gedung dengan satu ruangan untuk pastor. Ruangan itu dipakai jika menginap saat berkunjung di Singkawang.

 

Baca Ini: Vries Jumpa Jin Kon; Siapkan Lima Orang yang Mohon Dibaptis Anut Iman Katolik

 

Setahun kemudian, jumlah umat Katolik di Singkawang dan Monterado menjadi 61 orang. Menurut Pastor Vries, penambahan itu berkat kerja keras seorang katekis bernama Fu Syin Tshiau.

 

Pada 1875, seluruh umat Katolik yang meninggal dimakamkan di pemakaman Katolik. Pastor Vries juga mendirikan Yayasan Hati Kudus Yesus, untuk menghimpun dana bagi orang miskin. Dana itu bisa digunakan untuk memakamkan orang miskin secara Katolik.

 

Dalam sebuah laporan, diketahui ada seorang perempuan muda mendonasikan sebidang kebun kelapa di Singkawang. Ada 700 pohon kelapa di kebun tersebut. Kebun itu diserahkan kepada misi untuk membantu orang-orang miskin yang sudah lansia.

 

Pastor Vries juga mengajak umat Katolik menanam sayur di Monterado. Hasilnya untuk membiayai kehidupan lansia miskin.  Pada tahun 1875, laporan dana kas yayasan berjumlah 150 gulden.

 

Walaupun Pastor De Vries tidak secara resmi ditetapkan sebagai pastor pertama yang menetap di Singkawang, Vries pantas dianggap sebagai perintis Stasi Singakwang yang sekarang dikenal dengan Paroki St. Fransiskus Asisi-Singkawang.

 

Artikel Selanjutnya: Menguak Jejak Misi Katolik di Bumi Borneo

 

Penulis: Br. Kris Tampajara MTB

Editor: Budi Atemba

 

Selengkapnya