Pentas Seni Sekolah Suster; Ini Pesan Suster Irene: Konsisten Jaga Brand Persekolahan

Oktober 22, 2022
Last Updated

[Pelepasan balon 50 warna di halaman Persekolahan Suster Pontianak saat memeringati bulan bahasa 2022 - Foto Panitia]

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Bulan Bahasa Persekolahan Suster Pontianak dilaksanakan dalam bentuk pentas seni. Pentas seni dilaksanakan selama dua hari, Jumat, 21 Oktober 2022 dan Sabtu, 22 Oktober 2022.

Pada 21 Oktober 2022, sekira pukul 08.00, lima puluh balon dilepas Suster Irene, SFIC, Pimpinan Yayasan Pengabdi untuk Sesama Manusia, sebagai tanda Pentas Seni Bulan Bahasa Persekolahan Suster resmi dimulai. Di halaman SMP Suster, Sr. Irene disambut tarian Zapin Pontianak. Delapan penari dari siswa dan siswi SMP Suster Pontianak melenggak-lenggok sesuai irama lagu. Kemudian, Sr. Irene diarak menuju panggung pementasan oleh tim drumband SMP Suster.


Suster Irene menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan Bulan Bahasa persekolahan Suster Pontianak. “Semoga tetap konsisten menjaga brand persekolahan, yakni menyelenggarakan kegiatan memeringati Bulan Bahasa setiap tahunnya,” jelas Suster Irene.


Ketua Panitia, Rupina Banang menjelaskan, pelepasan balon merupakan simbol harapan agar sampai kapan pun, warga persekolahan suster akan menjaga persatuan bangsa. “Lima puluh balon yang berbeda-beda warna tersebut merupakan simbol terikatnya beragam unsur-unsur bangsa. Persekolahan Suster sepakat untuk mendidik peserta didik untuk selalu siap menjaga keutuhan NKRI,” kata guru TK Suster tersebut.


Beragam genre pementasan digelar di hari pertama. Mulai dari paduan suara tim TK Marrie Joseph, Pantomim dari tim SDN 34, gerak dan lagu dari TK Suster, pencak silat dari SMP Suster,  serta pertunjukkan vokal solo tim SD Suster.


Pada hari kedua, Sabtu 22 Oktober 2022, pementasan dimulai dengan sambutan Kepala TK Suster, Marietha Inetta. Etta, panggilan akrabnya menegaskan, yang terpenting adalah penanaman nilai-nilai yang diperjuangkan para pendahulu kala mempersatukan negeri ini. “Bukan kemeriahan acara yang utama, tetapi nilai-nilai persatuan dan kesatuan, serta menghargai segala perbedaan, merupakan hal terpenting dalam peringatan sumpah pemuda,” jelasnya.


Pementasan hari kedua tidak kalah seru. Selain ada pementasan pembacaan puisi karya Muh. Yamin, pertunjukan alat musik tradisional berupa Sape oleh siswa SMP Suster, musikalisasi puisi dari SMP Maranatha, vokal solo dari SD Immanuel, pencak silat dari SDN 39 Pontianak, pantomim dari SD Suster Pontianak, dan gerak lagu dari TK Suster Pontianak.


Selain para siswa, para guru di Persekolahan Suster juga unjuk kebolehan dalam pentas seni tersebut. Beberapa di antara mereka naik ke panggung untuk menyanyikan lagu. Lagu-lagu yang dinyanyikan sangat akrab di telinga anak-anak. Tak heran, jika pas pada refrain lagu tersebut, anak-anak yang memenuhi aula ikut bernyanyi. Hal ini membuat kemeriahan pentas seni Bulan Bahasa menjadi lebih meriah.  


Acara semakin meriah karena panitia juga menggelar bazaar makanan dan buku. Baik siswa, orang tua, maupun undangan tampak riuh menghadiri Bulan Bahasa Persekolahan Suster Pontianak tahun ini.


Penulis: Nano L. Basuki

Editor: Budi Atemba


Artikel Lain: Bak Konser Musik, Pentas Seni Persekolahan Suster Pontianak Meriah

Selengkapnya