Valentinus Saeng jadi Uskup Sanggau, Uskup Agustinus: Jadilah Gembala yang Tetap Rendah Hati

November 10, 2022
Last Updated

[Foto: Komsos Keuskupan Agung Pontianak]

Uskup Sanggau resmi berganti. Keuskupan yang melayani umat Katolik di Kabupaten Sanggau dan Sekadau itu kini diamanahkan kepada Valentinus Saeng. Imam pasionis itu mengganti pendahulunya, Mgr Julius Mencucini. Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr Piero Pioppo berkenan hadir dalam prosesi pentahbisan Valentinus Saeng sebagai gembala utama di Keuskupan Sanggau.

Duta Besar Vatikan yang juga disebut Nuntius ini tiba di Bandara Supadio pada Kamis, 10 November 2022 sekira pukul 10.00. Nuntius Piero datang bersama sekretarisnya, Pastor Michael Pawlowitz yang berasal dari Amerika Serikat. Keduanya disambut Uskup Agung Pontianak, Uskup Agustinus Agus hingga ke tangga pesawat.

Nuntius Piero tiba di Sanggau pada Kamis 10 November 2022 sekira pukul 14.00. Kedatangan Nuntius yang didampingi Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus disambut meriah oleh umat di Sanggau dengan tarian Dayak. Setelah itu, para uskup se-Indonesia diarak menuju persinggahan biara di Katedral Sanggau untuk beramah tamah.

Gerimis yang turun pada Kamis itu tak menyurutkan semangat umat di Keuskupan Sanggau menyambut kedatangan Nuntius. Apalagi, Nuntius yang diketahui sebagai wakil Paus Fransiskus sebagai gembala utama umat Katolik di dunia.

Pukul 18.00 dilaksanakan Vesper Agung di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau. Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus memimpin vesper agung tersebut. Peristiwa penting itu meliputi pengakuan iman oleh calon uskup, sumpah setia kepada Tahta Suci, dan pemberkatan insignia misi kegembalaan Valentinus Saeng sebagai uskup baru di Keuskupan Sanggau. Tahbisan episkopal dilaksanakan pada Jumat, 11 November 2022 di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau sekira pukul 09.00.

Uskup Agustinus menyampaikan kunci menjadi seorang gembala yang baik tidak ada cara lain selain rendah hati. Setinggi apapun sekolahnya, sehebat apapun dirinya jika tanpa dasar sikap rendah hati, semua akan sia-sia. Kemudian, lanjut Uskup Agus, sikap untuk mampu 'melebur' bersama umat yang dinahkodai.

“Peranan gembala yang dekat dengan umat adalah kunci untuk membuka persaudaraan dan komunikasi agar hubungan gereja dan umat bahkan gereja dan pemerintahan menjadi tempat penyalur cinta kasih Kristus di wilayah Keuskupan Sanggau,” kata Uskup Agustinus.

Uskup Agustinus juga menitikberatkan, dalam kegembalaan Uskup Valentinus Saeng, hendaknya menjadi rendah hati, memiliki iman tidak berarti memiliki jawaban atas segalanya. “Sikap rendah hati akan melahirkan pandangan kepada sesama imam untuk saling mendukung dan mendoakan,” katanya.

Uskup Agustinus mendoakan Uskup Valen untuk selalu berjalan bersama dan menjadikan kehadiran umat di Keuskupan Sanggau sebagai kesempatan berharga untuk memperkaya dan memperbaharui iman dalam semangat seorang gembala yang baik.

"Jika melihat saudara rekan kerjanya sebagai saingan maka yang terjadi adalah perpecahan. Dari sana dimulainya bibit kesombongan. Maka lihatlah rekan kerja kita dalam keuskupan sebagai saudara. Bukan sebagai saingan, saling mendukung, mendoakan dan duduk bersama untuk saling mendukung," pesan Uskup Agustinus.

Pengumuman Valentinus Saeng sebagai Uskup Sanggau dilakukan pada Sabtu, 18 Juni 2022. Uskup Sanggau, Julius Mencucini yang mengumumkan langsung penggantinya itu di hadapan umat di Sanggau. Mgr Julius yang imam pasionis itu dilantik sebagai Uskup Sanggau pada 3 Juni 1990. Kini, Uskup Julius (Guilio Mencucini) sudah menjadi uskup emeritus.

Uskup Valen berasal dari Desa Keramuk, Kabupaten Sekadau. Ia lahir pada 28 Oktober 1969. Pada 2005, Valentinus Saeng meraih gelar master filsafat di Universitas Santo Thomas Aquino, Angelicum, Roma. Ia kemudian belajar bahasa Jerman di Maximilian Universitat, Muenchen. Setelah itu, ia meraih gelar doktor filsafat pada 2008 di universitas yang sama ketika meraih gelar master filsafatnya.

Sebelum ditunjuk oleh Tahta Suci sebagai Uskup Sanggau, Valentinus Saeng bertugas sebagai tenaga pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang, Jawa Timur. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Rumah Spiritualitas Passionis di Malang, Jawa Timur. Uskup Valen menguasai lima bahasa asing, yakni Inggris, Italia, Jerman, Prancis, dan Latin.

Penulis: Samuel OFS

Artikel Lain: OFS Pontianak, Bermula dari Inisiatif Pastor Bart Jansen

Selengkapnya